Direktur Kompetisi Liga Amatir PSSI melakukan konsolidasi kesiapan tim-tim Divisi I menghadapi kompetisi musim 2011-2012 dalam pertemuan di Jakarta, Sabtu.
Pertemuan yang digelar di Hotel Kaisar di Pancoran, Jakarta Selatan, tersebut dihadiri 4 klub dari 66 peserta kompetisi Divisi I.
"Ada 54 klub yang hadir, sembilan di antaranya terkendala oleh penerbangan dari daerah. Dua tim lainnya sedang bertanding, sedangkan satu tim lain yakni Persija Timur meminta penundaan jadwal," kata Direktur Kompetisi Liga Amatir PSSI, Jerry Waleleng kepada wartawan.
Jerry mengungkapkan, pertemuan tersebut membahas berbagai hal yang menjadi kendala klub-klub di daerah dalam mengikuti kompetisi. Bersama klub, lanjutnya, pihaknya secara bersama mencarikan jalan keluar atau mengatasi berbagai kendala yang ada.
"Dalam menghadapi kompetisi, situasi dan keluhan setiap klub berbeda. Prinsipnya pertemuan pengurus klub ini membahas masalah dalam kompetisi dan melakukan pemantapan semata," ujarnya.
Kompetisi Divisi I PSSI telah digelar sejak 16 Desember lalu ditandai pembukaan di kota Semarang dan Surabaya. Dari berbagai kendala yang terungkap dari klub, dikatakan bahwa kendala utama adalah masalah penjadwalan yang masih sering terganggu oleh jadwal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), selain masalah pendanaan klub dari Pemda setempat yang belum turun.
"Bantuan APBD itu turun sekitar Maret-April. Untuk mengatasinya PSSI memberikan dana talangan," ujar Topan Aji, manajer tim Persibas Banyumas, salah seorang peserta.
Sementara Jerry Waleleng menambahkan, pertemuan tersebut juga dimaksudkan sebagai pemantapan bidang organisasi termasuk pembahasan penataan administrasi klub.
"Mengenai penataan administrasi klub itu sudah dilakukan pula melalui workshop saat pertemuan manajer pada bulan Desember," demikian Jerry.
(ant/row)
Pertemuan yang digelar di Hotel Kaisar di Pancoran, Jakarta Selatan, tersebut dihadiri 4 klub dari 66 peserta kompetisi Divisi I.
"Ada 54 klub yang hadir, sembilan di antaranya terkendala oleh penerbangan dari daerah. Dua tim lainnya sedang bertanding, sedangkan satu tim lain yakni Persija Timur meminta penundaan jadwal," kata Direktur Kompetisi Liga Amatir PSSI, Jerry Waleleng kepada wartawan.
Jerry mengungkapkan, pertemuan tersebut membahas berbagai hal yang menjadi kendala klub-klub di daerah dalam mengikuti kompetisi. Bersama klub, lanjutnya, pihaknya secara bersama mencarikan jalan keluar atau mengatasi berbagai kendala yang ada.
"Dalam menghadapi kompetisi, situasi dan keluhan setiap klub berbeda. Prinsipnya pertemuan pengurus klub ini membahas masalah dalam kompetisi dan melakukan pemantapan semata," ujarnya.
Kompetisi Divisi I PSSI telah digelar sejak 16 Desember lalu ditandai pembukaan di kota Semarang dan Surabaya. Dari berbagai kendala yang terungkap dari klub, dikatakan bahwa kendala utama adalah masalah penjadwalan yang masih sering terganggu oleh jadwal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), selain masalah pendanaan klub dari Pemda setempat yang belum turun.
"Bantuan APBD itu turun sekitar Maret-April. Untuk mengatasinya PSSI memberikan dana talangan," ujar Topan Aji, manajer tim Persibas Banyumas, salah seorang peserta.
Sementara Jerry Waleleng menambahkan, pertemuan tersebut juga dimaksudkan sebagai pemantapan bidang organisasi termasuk pembahasan penataan administrasi klub.
"Mengenai penataan administrasi klub itu sudah dilakukan pula melalui workshop saat pertemuan manajer pada bulan Desember," demikian Jerry.
(ant/row)
